- Apa yang dimaksud dengan sistem perekonomian ?
Jawaban
:
Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara
untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk
meraih suatu tujuan. Sistem perekonomian di setiap negara dipengaruhi oleh
beberapa faktor antara lain ideologi bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan
struktur ekonomi.
- Sistem perekonomian di Indonesia !
Jawaban
:
Sistem Ekonomi
Demokrasi
Sistem ekonomi demokrasi dapat
didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan
perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan
dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan
pengawasan pemerintah. Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh
rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai
kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan
kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu
antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Ciri-ciri positif pada sistem ekonomi
demokrasi :
1.
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara.
2.
Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
3.
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
4.
Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki
serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
5.
Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan
dengan kepentingan masyarakat.
6.
Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan
sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
7.
Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Ciri-ciri negatif pada sistem ekonomi
demokrasi :
1.
Sistem free fight liberalis, yaitu sistem persaingan bebas yang saling
menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa
lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
2.
Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat
dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi
di luar sektor negara.
Persaingan
tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk
monopoli yang merugikan masyarakat.
Sistem Ekonomi Kerakyatan
Pemerintah
bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang
Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia
adalah sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi ini berlaku sejak tahun 1998.
Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakatlah yang memegang aktif dalam
kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah yang menciptakan iklim yang bagus bagi
pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. Ciri-ciri sistem ekonomi ini adalah :
1.
Bertumpu pada
mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.
2.
Memerhatikan
pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
3.
Mampu mewujudkan
pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
4.
Menjamin kesempatan
yang sama dalam berusaha dan bekerja.
5.
Adanya perlindungan
hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.
- Jelaskan Perekonomian 2 sektor, 3 sektor !
Jawaban :
Perekonomian Dua Sektor
Perekonomian dua sektor merupakan penyederhanaan dalam mempelajari sistem
perekonomian secara keseluruhan. Perekonomian dua sektor disebut juga
perekonomian sederhana, karena hanya terdiri atas dua pelaku, yaitu rumah
tangga konsumsi (masyarakat) dan rumah tangga produksi (perusahaan). Model arus
perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara rumah tangga
dengan perusahaan dapat kalian lihat pada gambar berikut ini.
Gambar 1. Arus
perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara rumah tangga
konsumsi dengan perusahaan.
Dari gambar 1, terlihat bahwa rumah tangga konsumen
(RTK) adalah sebagai pemilik faktor-faktor produksi berupa tanah, tenaga kerja,
modal, dan kewirausahaan. Penawaran faktor produksi oleh rumah tangga ini akan
bertemu dengan permintaan faktor produksi oleh perusahaan. Interaksi ini terjadi
di pasar faktor produksi. Sedangkan di pasar barang, terjadi interaksi antara
perusahaan sebagai penghasil barang dan jasa dengan konsumen sebagai pengguna
barang dan jasa. Sehingga terjadi hubungan yang saling menguntungkan satu sama
lain. Dalam diagram juga terlihat arus aliran uang dari dan ke masing-masing
rumah tangga. RTK menerima upah, sewa, bunga, dan keuntungan dari perusahaan
sebagai balas jasa atas penyerahan faktor produksi. Perusahaan menerima uang
pembayaran atas barang dan jasa yang dibeli.
Interaksi
ekonomi dalam perekonomian dua sektor juga dapat digambarkan seperti di bawah
ini.
|
Gambar 2. Diagram aliran pendapatan
dan pengeluaran dari RTK dan RTP.
|
Gambar 2. menunjukkan
keadaan apabila seluruh pendapatan yang diterima RTK digunakan seluruhnya untuk
belanja barang dan jasa. Ini berarti bahwa pendapatan sama dengan pengeluaran.
Tidak ada bagian pendapatan yang tidak dibelanjakan atau dapat dikatakan bahwa
perekonomian mengalami keseimbangan.
Perekonomian Tiga Sektor
Perekonomian tiga sektor terdiri atas rumah tangga
konsumen, rumah tangga produsen, dan pemerintah. Peran pemerintah di sini
adalah sebagai pengatur, sebagai produsen, sekaligus sebagai konsumen. Besar
kecilnya peran pemerintah dalam perekonomian itu sendiri sangat tergantung pada
sistem ekonomi yang dianut. Di sistem ekonomi liberal, peran pemerintah
minimal, sedangkan pada sistem ekonomi sosialis peran pemerintah sangat
dominan. Di negara yang menganut sistem campuran seperti Indonesia, pemerintah
masih cukup berperan. Perekonomian
tiga sektor dapat dijelaskan melalui gambar berikut.
Gambar 3. Arus
perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara rumah tangga,
perusahaan, dan pemerintah
Anak panah yang menuju ke kotak pemerintah berarti penerimaan pemerintah.
Penerimaan pemerintah tersebut berupa pajak, misalnya pajak penghasilan, pajak
pertambahan nilai, serta pajak bumi dan bangunan. Selain itu, pemerintah juga menggunakan
faktor produksi dan barang serta jasa yang dibutuhkan untuk kegiatan ekonomi
pemerintahan. Anak panah yang menuju ke rumah tangga, pasar faktor produksi,
perusahaan, serta pasar barang dan jasa berarti pengeluaran pemerintah.
Pengeluaran pemerintah tersebut dapat berupa gaji, pembuatan prasarana,
subsidi, serta pembelian barang dan jasa.
Peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi didasari oleh motif mencari
keuntungan sekaligus memenuhi kepentingan umum. Dorongan mencari keuntungan ini
tidak terlepas dari kebutuhan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara.
Dengan kondisi penerimaan yang semakin baik, pemerintah akan memiliki sumber
dana untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya.


